Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Ajaib! Pertamina Ubah Limbah Jadi Solusi Abrasi Pesisir Dumai, Nelayan Kini Makin Cuan!

ajaib pertamina ubah limbah jadi solusi abrasi pesisir dumai nelayan kini makin cuan portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Pesisir Desa Mundam, Dumai, dulunya menyimpan cerita pilu tentang abrasi yang tak henti menggerus daratan. Setiap tahun, garis pantai bisa mundur hingga tujuh meter, mengancam rumah-rumah warga dan mata pencarian para nelayan yang bergantung pada laut. Kondisi ini bukan hanya meresahkan, tapi juga menghadirkan kekhawatiran besar akan masa depan lingkungan dan masyarakat setempat.

Melihat ancaman serius ini, PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Dumai (Kilang Pertamina Dumai) tak tinggal diam. Mereka meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang diberi nama unik: Serumpun Paman Bahari. Program ini merupakan singkatan dari Sinergi Ekologi untuk Masyarakat Pesisir Unggul, Pangan Mandiri, dan Bahari Lestari, yang dirancang sebagai solusi pengelolaan pesisir terpadu.

banner 325x300

Inovasi Unik: Ban Bekas Jadi Pahlawan Lingkungan

Salah satu gebrakan paling mencolok dari program Serumpun Paman Bahari adalah instalasi alat pemecah ombak (APO) yang terbuat dari ban bekas. Siapa sangka, limbah yang seringkali dianggap tak berguna ini justru menjadi benteng kokoh penyelamat pantai dari ganasnya abrasi. Inovasi ini membuktikan bahwa solusi lingkungan bisa datang dari hal-hal tak terduga.

Agustiawan, Area Manager Communication, Relations, & CSR RU II Dumai Subholding Refining & Petrochemical PT KPI, menjelaskan bahwa fenomena abrasi di Mundam sudah sangat masif. Oleh karena itu, Pertamina melakukan intervensi dengan berbagai program, termasuk pemasangan APO dari ban bekas ini. Langkah ini bukan hanya melindungi pantai, tetapi juga secara cerdas mendaur ulang limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.

Nelayan Makin Berdaya, Ekonomi Ikut Terangkat

Namun, Pertamina tak hanya fokus pada perlindungan fisik pantai. Mereka juga menyadari pentingnya peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan. Untuk itu, program ini juga mencakup pelatihan vokasi berupa pelatihan mekanik kapal, yang memungkinkan nelayan memperbaiki kapal mereka sendiri. Ini adalah investasi jangka panjang yang memberdayakan nelayan untuk lebih mandiri dan efisien.

Dengan kemampuan memperbaiki kapal sendiri, nelayan bisa menghemat biaya perbaikan dan waktu operasional. Hasilnya, mereka bisa melaut lebih sering dan meningkatkan pendapatan hasil tangkapan ikan. Program ini secara langsung menyentuh aspek ekonomi dan sosial, memastikan bahwa keberlanjutan lingkungan juga sejalan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dermaga Impian dari Limbah Kayu Palet

Selain APO dan pelatihan mekanik, Kilang Pertamina Dumai juga menjawab kebutuhan mendesak masyarakat pesisir akan dermaga konvensional. Uniknya, dermaga ini dibangun dengan memanfaatkan limbah kayu palet, sekali lagi menunjukkan komitmen Pertamina dalam pengelolaan limbah yang efektif dan berkelanjutan. Dermaga ini bukan sekadar fasilitas, melainkan sebuah gerbang menuju efisiensi bagi para nelayan.

Sebelum ada dermaga ini, nelayan seringkali harus menunggu air pasang hingga 4-5 jam sebelum bisa melaut. Ini tentu membuang banyak waktu produktif dan mengurangi potensi hasil tangkapan mereka. Dengan adanya dermaga baru, nelayan kini bisa langsung melaut kapan saja, tanpa perlu menunggu waktu pasang.

Agus menambahkan bahwa tambahan waktu melaut ini sangat berarti bagi nelayan. Mereka kini memiliki kesempatan lebih besar untuk menangkap ikan, yang secara langsung berdampak pada peningkatan hasil tangkapan dan pendapatan keluarga. Dermaga ini adalah bukti nyata bagaimana inovasi sederhana bisa membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari.

Dampak Nyata yang Bikin Tercengang

Program TJSL yang mulai dijalankan sejak tahun 2023 ini telah menunjukkan hasil yang luar biasa. Diperkirakan, setiap tahunnya sekitar 451 meter persegi tanah masyarakat berhasil terlindungi dari potensi abrasi yang mengancam. Ini termasuk penyelamatan empat rumah warga dan empat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di kawasan pesisir tersebut.

Tak hanya itu, alat pemecah ombak dari ban bekas juga mampu menambah 20 persen sedimentasi pesisir, membantu pembentukan kembali daratan yang terkikis. Lebih jauh lagi, program ini berkontribusi pada penyerapan karbon dari penanaman mangrove hingga 62,4 CO2eq, serta menyerap 1064,670 kg CO2eq dari limbah ban bekas yang didaur ulang. Ini adalah capaian ganda yang patut diacungi jempol, baik untuk lingkungan maupun masyarakat.

Apresiasi dari Masyarakat dan Pemerintah Setempat

Upaya nyata yang dilakukan Pertamina ini mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya dari berbagai pihak. Lurah Mundam, Adi Aprianto, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran APO hasil inovasi Kilang Dumai. Menurutnya, inovasi ini menjadi solusi efektif untuk menghambat dan mencegah abrasi yang selama ini menjadi momok bagi warga.

Adi menjelaskan bahwa hingga saat ini, APO telah berhasil membentuk sedimentasi tanah sekitar 50 sentimeter, sebuah indikator keberhasilan yang jelas. "Kami berterima kasih karena program ini dapat mengatasi persoalan-persoalan lingkungan seperti ekosistem di wilayah sekitar pantai Mundam," ungkap Adi, menegaskan dampak positif yang dirasakan langsung.

Kelompok Nelayan Mundam juga merasakan manfaatnya secara nyata. Kehadiran Pertamina disebut menjadi angin segar yang sangat berarti bagi mereka. "Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Hal tersebut sangat berarti bagi kami masyarakat Desa Mundam," tutur salah satu perwakilan nelayan, menunjukkan betapa program ini menyentuh hati dan kehidupan mereka.

Komitmen Pertamina untuk Lingkungan dan Masyarakat

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menegaskan komitmen Pertamina untuk menjaga keberlangsungan ekosistem dan masyarakat, terutama di wilayah operasional mereka. Melalui berbagai aktivitas TJSL, Pertamina berharap dapat berkontribusi secara langsung untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Ini adalah bagian tak terpisahkan dari filosofi bisnis perusahaan.

Pada tahun 2024 ini, Pertamina bersinergi bersama masyarakat untuk memasang APO sepanjang 90 meter. Target ambisius selanjutnya adalah menambah pemasangan APO sepanjang 286 meter, menunjukkan skala dan keberlanjutan program ini. Upaya ini sangat krusial mengingat arus laut di pesisir Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Provinsi Riau, mampu mengikis 7 meter garis pantai setiap tahunnya.

Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen penuh dalam mendukung target net zero emission 2060. Mereka terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya ini sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, membuktikan bahwa bisnis dan keberlanjutan bisa berjalan beriringan.

banner 325x300