Enable JavaScript to use the widget powered by Widjet
banner 728x250

Sinar Mas Bongkar Strategi Raksasa Ekonomi Hijau di IISF 2025: Bukan Cuma Janji Manis!

sinar mas bongkar strategi raksasa ekonomi hijau di iisf 2025 bukan cuma janji manis portal berita terbaru
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, Indonesia – Sinar Mas kembali menegaskan posisinya sebagai pionir dalam pembangunan berkelanjutan. Melalui partisipasi aktif di Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 di Jakarta Convention Center, mereka membuktikan komitmen nyata terhadap transisi ekonomi hijau yang inklusif dan ramah lingkungan. Kehadiran berbagai pilar usaha Sinar Mas di forum ini menjadi sinyal kuat bahwa keberlanjutan bukan sekadar jargon, melainkan fondasi bisnis.

Visi APP Group: Hutan Sehat, Bisnis Kuat

banner 325x300

Dalam diskusi panel yang menarik perhatian, "What is the Business Case for Investing in Nature?", Chief Sustainability Officer APP Group, Elim Sritaba, memaparkan pandangan krusial. Ia menekankan pentingnya mencapai keseimbangan sempurna antara pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab lingkungan, khususnya dalam menjaga hutan Indonesia.

Elim menegaskan, tanpa hutan yang sehat dan dikelola secara berkelanjutan, industri ini tidak akan bisa bertahan. Oleh karena itu, pengelolaan hutan yang bertanggung jawab menjadi tulang punggung dan dasar utama bagi setiap langkah pertumbuhan APP Group. Ini bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan.

Regenesis: Lebih dari Sekadar Konservasi

Sebagai bukti komitmennya, Elim memperkenalkan "Regenesis", sebuah strategi keberlanjutan yang melampaui kebijakan konservasi hutan APP yang sudah ada sejak 2013. Pendekatan ini mengusung prinsip "regenerative", fokus pada upaya memulihkan ekosistem yang rusak dan menjaga keanekaragaman hayati secara menyeluruh.

Melalui program ambisius Forest Positive Policy, APP Group mengalokasikan dana fantastis hingga 30 juta dolar AS per tahun. Dana ini akan digelontorkan selama satu dekade penuh untuk restorasi dan konservasi hutan, menunjukkan skala investasi yang serius demi masa depan bumi.

Elim tak lupa mengajak berbagai pihak, mulai dari lembaga keuangan hingga lembaga konservasi, untuk berkolaborasi lebih jauh. Tujuannya jelas: menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan yang berdampak positif. Apalagi, inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah seperti moratorium hutan dan lahan gambut, sertifikasi legalitas kayu, hingga peta jalan FOLU Net Sink 2030.

Sebagai langkah konkret memperkuat inovasi, APP Group tak ragu menjalin kemitraan strategis. Mereka menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Lubrizol, raksasa bahan kimia, untuk mengembangkan solusi kertas dan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Kolaborasi ini memadukan keahlian manufaktur APP dengan teknologi bahan kimia berkelanjutan milik Lubrizol.

Sinar Mas Agribusiness and Food: Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Tak kalah penting, Sinar Mas Agribusiness and Food menyoroti peran vital industri kelapa sawit dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Mereka membuktikan bahwa peningkatan produktivitas bisa berjalan seiring dengan upaya menjaga ekosistem dan kesejahteraan masyarakat. Visi ini tertuang dalam kerangka kerja "Collective for Impact".

Chief Sustainability and Communications Officer Sinar Mas Agribusiness and Food, Anita Neville, menambahkan bahwa tantangan keberlanjutan yang kompleks hanya bisa diatasi melalui kolaborasi lintas sektor. Perubahan yang dihasilkan harus mampu membawa manfaat nyata bagi semua pihak yang terlibat.

Anita menjelaskan model "closed-loop" terintegrasi yang mereka terapkan. Model ini menyediakan pelatihan komprehensif bagi petani, akses mudah ke pembiayaan, teknologi canggih, hingga pasar yang stabil. Ini adalah ekosistem lengkap untuk mendukung petani sawit.

Inisiatif seperti program pemberdayaan petani "Sawit Terampil" dan dukungan terhadap program peremajaan sawit rakyat (PSR) adalah bukti nyata. Program-program ini berkontribusi signifikan terhadap target pemerintah dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan. Dengan begitu, para petani sawit dapat tetap tangguh menghadapi ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.

Dalam panel berikutnya, "Green Business Building", CEO Nature-Based Solutions Sinar Mas Agribusiness and Food, Götz Martin, memberikan pandangan tajam. Ia menekankan bahwa bisnis hijau harus memiliki model yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah nyata bagi dunia. Bisnis hijau sejati akan berhasil karena modelnya memang dirancang untuk memperbaiki kondisi planet ini.

UMKM dan Inovasi Digital: Ekosistem Berkelanjutan yang Inklusif

Semangat kolaborasi dan keberlanjutan juga terpancar di area pameran Sinar Mas. Mereka secara aktif melibatkan UMKM binaan Bright Future Initiative, sebuah program yang telah sukses mendukung lebih dari 100 pengusaha lokal untuk tumbuh secara berkelanjutan. Ini adalah bukti bahwa keberlanjutan bisa merangkul semua lapisan masyarakat.

Dari sektor teknologi, XLSmart menampilkan terobosan menarik: robot cerdas berbasis AI bernama Xiao Qi. Robot ini merupakan hasil pengembangan ASIX Indonesia, akselerator AI yang lahir dari kolaborasi Sinar Mas dan China Mobile. Xiao Qi dirancang sebagai asisten pelayanan publik interaktif, siap menjawab berbagai pertanyaan pengunjung dengan cepat dan akurat.

Sinar Mas Land: Membangun Kota Masa Depan yang Hijau

Advisor President Office Sinar Mas Land, Ignesjz Kemalawarta, menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan adalah fondasi utama dalam setiap lini bisnis properti mereka. Ini bukan sekadar tren, melainkan filosofi yang mengakar kuat.

Sinar Mas Land konsisten mengintegrasikan prinsip keberlanjutan di seluruh lini usaha. Mulai dari desain kawasan yang visioner, pembangunan produk yang inovatif, pemilihan material ramah lingkungan, efisiensi energi, hingga pengembangan rendah karbon. Setiap detail diperhitungkan demi masa depan yang lebih baik.

Tak hanya itu, mereka juga berkolaborasi dengan Chandra Asri dalam penggunaan aspal berbahan campuran sampah plastik di BSD City dan Kota Deltamas. Ini adalah solusi cerdas untuk mengurangi limbah. Selain itu, Sinar Mas Land bekerja sama dengan pemerintah dan bank mitra melalui skema "green loan" pada proyek residensial berstandar green building.

Konsep "green and smart living" juga diterapkan pada kawasan yang mengacu pada standar GBCI. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang efisien, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Ini adalah blueprint kota masa depan yang mereka wujudkan.

Ignesjz menambahkan, perusahaan kini telah menerapkan "green job" untuk memastikan seluruh kegiatan operasional dan pengembangan sumber daya manusia selaras dengan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan. Ini adalah investasi jangka panjang pada SDM.

Menurutnya, munculnya profesi-profesi baru di sektor hijau perlu diimbangi dengan peningkatan edukasi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah serta perguruan tinggi. Di tingkat perusahaan, Sinar Mas Land mendorong reorientasi kebijakan human capital. Mereka mengutamakan kapasitas lingkungan dan keberlanjutan dalam proses rekrutmen, pelatihan "green habit", dan menanamkan pemahaman tentang sustainability sejak hari pertama kerja.

"Kami juga memperkuat kolaborasi lintas fungsi agar nilai keberlanjutan tertanam dalam setiap individu di organisasi," tambahnya, menunjukkan pendekatan holistik dalam membangun budaya keberlanjutan.

Kolaborasi Kunci Masa Depan Lestari

Sebagai penutup yang inspiratif, Managing Director Sinar Mas, Ferry Salman, menekankan pentingnya forum seperti IISF sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang tak ternilai. Melalui forum ini, pilar usaha Sinar Mas berkesempatan untuk saling belajar dan berbagi praktik terbaik.

"Lewat forum ini bahkan kami bermitra dengan lembaga lain yang memiliki kepedulian serupa," ujar Ferry. Ia menambahkan bahwa upaya membangun keberlanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital seperti AI, serta pengembangan teknologi dan energi bersih, adalah kunci. Semua ini demi satu tujuan mulia: mewariskan bumi yang lestari bagi anak cucu kita nanti. Sinar Mas bukan cuma berjanji, tapi bertindak nyata untuk masa depan bumi.

banner 325x300