Akhir pekan lalu, penumpang kereta api di Wales, Inggris, dibuat terkejut sekaligus terhibur oleh pemandangan tak biasa di Stasiun Neath. Bukan manusia, melainkan segerombolan sapi yang dengan santainya ‘menyerbu’ peron stasiun, menyebabkan kekacauan dan keterlambatan perjalanan hingga berjam-jam. Kejadian unik ini langsung viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Stasiun Neath Mendadak Jadi Kandang Dadakan
Minggu pagi itu, suasana Stasiun Neath, sebuah kota pasar yang tenang di Wales barat daya, mendadak berubah riuh. Para penumpang yang sudah berada di dalam kereta yang berhenti di peron tiba-tiba dikejutkan oleh kemunculan sekitar 12 ekor sapi. Hewan-hewan bertubuh besar itu tampak asyik berlari-lari kecil dan berjalan santai di sepanjang peron, seolah-olah itu adalah padang rumput mereka sendiri.
Dalam rekaman video yang diambil oleh salah satu penumpang dari dalam gerbong, terdengar suara kaget bercampur tawa. "Ini dia mereka datang," ujar seorang penumpang, disusul tawa geli. "Aduh, mereka mau naik kereta. Ini lucu sekali," tambahnya, menggambarkan momen tak terduga yang ia saksikan langsung di depan matanya.
Kawanan sapi ini awalnya tersesat dan masuk ke jalur kereta api di dekat stasiun. Untuk menggiring mereka kembali ke tempat yang aman, para staf terpaksa mengarahkan sapi-sapi itu melewati peron stasiun, yang justru menciptakan pemandangan epik dan tak terlupakan bagi para penumpang yang ada di sana.
Reaksi Penumpang yang Campur Aduk: Antara Ngakak dan Pasrah
Meskipun insiden sapi-sapi ini menyebabkan penundaan yang cukup signifikan, reaksi para penumpang justru campur aduk antara kaget, geli, dan pasrah. Banyak dari mereka yang segera mengeluarkan ponsel untuk merekam momen langka ini, mengabadikan "invasi" sapi yang tak terduga. Tawa riang terdengar di antara gerbong, mengubah suasana tegang menjadi lebih santai.
"Sapi kabur!" canda seorang penumpang dengan gembira. "Saya suka ini," tambahnya, menunjukkan betapa menghiburnya pemandangan tersebut. Penumpang lain terdengar tertawa terbahak-bahak sambil bergumam, "Gila," seolah tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Momen ini menjadi viral setelah rekaman video menyebar luas di platform media sosial.
Namun, di balik tawa dan kegembiraan, ada juga rasa frustrasi yang tak terhindarkan. Justin, salah satu penumpang yang hendak menuju Bristol, harus menelan pil pahit karena perjalanan keretanya tertunda lebih dari dua jam akibat ulah kawanan sapi ini. Ia melakukan perjalanan dengan layanan 10.32 pagi via jalur kereta Manchester Piccadilly, yang seharusnya berjalan lancar.
Layanan Kereta Lumpuh Total Akibat ‘Penyusup Berkaki Empat’
Insiden sapi di Stasiun Neath ini bukan sekadar pemandangan lucu belaka. Dampaknya terhadap operasional kereta api sangat nyata. Great Western Railway (GWR), operator kereta api yang melayani rute tersebut, mengonfirmasi bahwa layanan mereka terganggu parah akibat "penyusup berkaki empat" ini. Jalur kereta api di Neath terblokir total, membuat semua perjalanan terhenti.
Akibatnya, layanan kereta api antara Cardiff Central dan Swansea harus dibatalkan atau ditunda sementara waktu hingga masalah sapi-sapi ini berhasil diselesaikan. GWR bahkan sempat mengunggah pemberitahuan di platform X (sebelumnya Twitter) yang kini sudah dihapus, menyatakan, "Karena adanya hewan di jalur kereta api di Neath, semua jalur terblokir."
Dalam unggahan dari hari Minggu itu, GWR memperkirakan gangguan akan berlangsung hingga pukul 14.30. Ini berarti para penumpang harus bersabar menunggu selama beberapa jam, sebuah konsekuensi yang cukup besar hanya karena segerombolan sapi yang ingin jalan-jalan di peron stasiun.
Sapi, Bukan Manusia: Daftar ‘Penjahat’ Jalur Kereta yang Bikin Geleng-Geleng
Mungkin terdengar aneh, tapi ternyata sapi bukan satu-satunya hewan yang sering "berulah" di jalur kereta api. Menurut data dari Network Rail pada tahun 2024, sapi bahkan hanya menempati peringkat kelima dalam daftar hewan pengganggu yang menyebabkan keterlambatan saat berkeliaran di jalur kereta api. Ini menunjukkan bahwa insiden hewan liar di rel kereta adalah masalah yang cukup umum.
Ironisnya, manusia justru menduduki posisi teratas sebagai penyebab utama gangguan di jalur kereta api. Entah karena kelalaian, kesengajaan, atau insiden tak terduga, kehadiran manusia di area terlarang rel kereta api jauh lebih sering menyebabkan masalah dibandingkan hewan.
Daftar "penjahat penyusup terburuk" Network Rail berdasarkan insiden selama periode 12 bulan (2023-2024) adalah sebagai berikut:
- Manusia: Menjadi penyebab utama gangguan, dengan jumlah insiden yang tidak disebutkan secara spesifik namun diyakini paling tinggi.
- Rusa: Dengan 349 insiden, rusa seringkali tanpa sengaja masuk ke area rel, terutama di daerah pedesaan yang berdekatan dengan hutan.
- Domba: Hewan ternak ini tercatat menyebabkan 177 insiden, seringkali karena pagar pembatas yang kurang kuat atau terlewati.
- Burung: Meskipun kecil, burung dapat menyebabkan 172 insiden, terutama jika mereka bersarang di dekat rel atau terbang rendah saat kereta melintas.
- Sapi: Dengan 156 insiden, sapi memang cukup sering menjadi biang keladi keterlambatan, seperti yang terjadi di Stasiun Neath.
Selain daftar lima besar tersebut, ada juga berbagai hewan lain yang melengkapi daftar insiden penyusupan, seperti anjing, kucing, luwak, dan rubah. Bahkan, yang lebih mengejutkan, tercatat ada beberapa insiden unik yang melibatkan hewan-hewan tak terduga seperti lebah, tikus, landak, dan bahkan seekor llama serta seekor kura-kura! Bayangkan seekor kura-kura bisa menyebabkan keterlambatan kereta api, sungguh di luar dugaan.
Upaya Menjaga Jalur Kereta Tetap Aman dari Hewan Liar
Melihat beragamnya "penyusup" yang bisa mengganggu operasional kereta api, Network Rail tidak tinggal diam. Mereka terus berupaya menerapkan berbagai strategi untuk menjauhkan hewan-hewan ini dari jalur kereta api. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah sistem deteksi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Sistem ini dirancang untuk mendeteksi keberadaan hewan di jalur kereta api secara otomatis dan memicu alarm, sehingga staf dapat segera bertindak. Selain itu, pemeliharaan pagar pembatas di sepanjang jalur kereta api juga menjadi prioritas utama. Dengan pagar yang kuat dan terawat, diharapkan hewan-hewan ternak maupun liar tidak mudah masuk ke area berbahaya tersebut.
Insiden sapi di Stasiun Neath ini menjadi pengingat lucu namun penting tentang tantangan yang dihadapi operator kereta api. Dari manusia hingga kura-kura, jalur kereta api memang selalu menyimpan cerita uniknya sendiri. Semoga saja, dengan teknologi dan upaya yang terus ditingkatkan, perjalanan kereta api bisa semakin aman dan lancar, bebas dari gangguan "penyusup" berkaki dua, empat, atau bahkan tak berkaki sekalipun.


















