Presiden Donald Trump kembali menghebohkan publik dengan kemarahannya yang meledak-ledak, kali ini ditujukan kepada majalah bergengsi Amerika Serikat, TIME. Ia secara terbuka meluapkan kekesalannya atas foto yang digunakan sebagai sampul edisi bulan depan, menyebutnya sebagai "yang terburuk sepanjang masa." Insiden ini terjadi pada Rabu (14/10), dan dengan cepat menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.
Detail Foto yang Bikin Trump Meradang
Foto kontroversial tersebut menampilkan Trump dari sudut pandang kanan bawah, sebuah angle yang menurutnya sangat tidak menguntungkan. Gambar itu secara jelas menyoroti sebagian sisi wajahnya, kerutan di leher, serta rambutnya yang terlihat tipis dan memutih. Kepala Trump tampak sedikit mendongak, menambah kesan yang ia anggap tidak representatif.
Majalah TIME memang dikenal dengan pilihan fotografinya yang seringkali memicu diskusi, namun kali ini, subjeknya sendiri yang paling vokal. Trump merasa citranya dirusak oleh pilihan angle dan pencahayaan yang digunakan. Ia menganggap foto tersebut sengaja dipilih untuk menampilkan dirinya dalam cahaya yang negatif.
Tuduhan Trump: Rambut Hilang dan ‘Mahkota’ Misterius
Melalui platform Truth Social miliknya, Trump tak segan-segan melontarkan kritik pedas. "Majalah TIME menulis cerita yang relatif bagus soal saya, tetapi fotonya mungkin yang terburuk sepanjang masa," tulisnya. Ia bahkan menuding majalah tersebut sengaja "menghilangkan" rambutnya dalam foto tersebut.
Tidak hanya itu, Trump juga menyoroti adanya objek aneh yang mengambang di atas kepalanya. Ia mendeskripsikannya sebagai "sesuatu yang mengambang di atas kepala saya tampaknya mahkota yang mengambang, tapi sangat kecil." Keberadaan objek misterius ini semakin menambah daftar kekesalannya terhadap hasil jepretan tersebut.
"Sungguh aneh! Saya tak pernah suka foto dari sudut bawah, tapi ini foto yang sangat buruk dan layak menerima kritik," imbuh Trump. Ia mempertanyakan motif di balik pilihan foto tersebut, "Apa yang mereka lakukan dan mengapa?" Pertanyaan ini menggema, memicu spekulasi tentang kemungkinan adanya pesan tersembunyi atau sekadar kesalahan artistik.
Di Balik Sampul "His Triumph": Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza
Terlepas dari kontroversi foto, edisi TIME yang dimaksud sebenarnya mengangkat topik penting mengenai pemerintahan AS. Majalah tersebut akan merilis tindakan-tindakan yang dilakukan pemerintahan Trump terkait kesepakatan gencatan senjata. Edisi 10 November itu akan mengusung judul utama "His Triumph."
Di bagian sampul, TIME juga menyertakan beberapa judul artikel pendukung seperti "The Leader Israel Needed" dan "How Gaza Heals." Ini menunjukkan bahwa isi majalah berfokus pada peran Trump dalam diplomasi internasional, khususnya terkait konflik di Timur Tengah.
Melalui akun X resminya, TIME menjelaskan bahwa edisi tersebut akan membahas pembebasan sandera Israel yang masih hidup dan tahanan Palestina. Pembebasan ini dilakukan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata fase pertama yang diusulkan oleh Trump. TIME bahkan menyebut kesepakatan ini sebagai "pencapaian penting masa jabatan kedua Trump, dan dapat menandai titik balik strategis bagi Timur Tengah."
Obsesi Trump dengan Majalah TIME: Sejarah Panjang di Balik Lensa
Kemarahan Trump terhadap majalah TIME bukanlah hal baru, namun obsesinya terhadap publikasi tersebut telah berlangsung puluhan tahun. Ia pertama kali muncul di sampul majalah itu pada Januari 1989, menandai awal dari hubungan yang kompleks. Sejak saat itu, Trump telah tampil lebih dari 49 kali di sampul majalah yang berbasis di Amerika Serikat ini.
TIME juga pernah dua kali menobatkan Trump sebagai Person of The Year, yakni pada tahun lalu dan sebulan sebelum ia dilantik menjadi presiden. Pengakuan ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan daya tarik Trump bagi majalah tersebut, baik sebagai figur politik maupun sebagai pribadi yang kontroversial. Hubungan ini seringkali diwarnai dengan pujian dan kritik, menciptakan dinamika yang menarik antara subjek dan media.
Reaksi Lawan Politik: Gavin Newsom Ikut ‘Memanaskan’ Suasana
Kemarahan Trump soal foto tersebut sontak menjadi "bahan bakar" bagi lawan-lawan politiknya. Salah satu yang paling cepat bereaksi adalah Gubernur California, Gavin Newsom. Melalui akun resminya, Newsom mengunggah foto Trump yang sama seperti di cover TIME.
Namun, Newsom menambahkan sentuhan edit piksel di bagian leher foto tersebut, seolah-olah menyindir kerutan yang dikeluhkan Trump. Tindakan ini menunjukkan bagaimana setiap gerak-gerik dan pernyataan Trump, bahkan yang sekecil kritik terhadap foto, dapat dimanfaatkan oleh lawan politiknya untuk tujuan kampanye atau sekadar memperolok. Insiden ini menambah bumbu dalam arena politik Amerika yang memang selalu penuh intrik.
Mengapa Citra Penting Bagi Donald Trump?
Sensitivitas Donald Trump terhadap citra dirinya di media bukanlah rahasia. Sepanjang karier politik dan bisnisnya, ia selalu menempatkan penampilan dan persepsi publik sebagai prioritas utama. Baginya, sebuah foto sampul majalah bukan hanya sekadar gambar, melainkan representasi dari kekuasaan, kesuksesan, dan otoritas. Ia sangat berhati-hati dalam mengelola bagaimana ia dilihat oleh dunia, terutama oleh para pendukungnya.
Kritik pedasnya terhadap foto TIME mencerminkan betapa pentingnya kontrol narasi visual bagi dirinya. Ia ingin tampil sebagai sosok yang kuat, berwibawa, dan tidak menunjukkan tanda-tanda kelemahan atau usia. Oleh karena itu, foto yang menonjolkan kerutan atau rambut tipis dianggapnya sebagai serangan pribadi dan upaya untuk merusak citra yang telah ia bangun dengan susah payah. Ini bukan hanya tentang estetika, melainkan juga tentang politik dan kekuasaan.
Pada akhirnya, insiden foto sampul TIME ini lebih dari sekadar perselisihan tentang sebuah gambar. Ini adalah cerminan dari hubungan yang kompleks antara seorang pemimpin yang sangat peduli pada citra, dan media yang memiliki kebebasan artistik serta jurnalistik. Perdebatan ini juga menyoroti bagaimana setiap detail kecil dalam representasi visual dapat memicu reaksi besar dan menjadi bagian dari narasi politik yang lebih luas.


















